BANTUL (Matsadeba) – Lantunan selawat nabi menggema di halaman MTsN 8 Bantul dalam acara akbar bertajuk “Matsadeba Bersholawat 2026”. Dengan mengusung tema “Selawat Menyejukkan Hati, Adab Menguatkan Generasi”, kegiatan ini menjadi sarana penguatan spiritual sekaligus ajang silaturahmi antara warga madrasah, orang tua siswa, dan masyarakat luas. Acara ini dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Bantul, H. Ahmad Musyaddad, S.Pd.I., M.Si., jajaran Komite Madrasah, serta Pemerintah Kelurahan Muntuk.
Kegiatan yang berlangsung khidmat meski diiringi rintik hujan ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta zikir dan tahlil untuk para pendiri madrasah. Dalam sambutannya, Kepala MTsN 8 Bantul, Imam Syamroni, S.Pd., M.Sc., menegaskan komitmen madrasah untuk terus berkolaborasi dengan lingkungan sekitar. Beliau berharap kegiatan ini menjadi wasilah keberkahan bagi kemajuan madrasah serta sarana sosialisasi agar MTsN 8 Bantul semakin dikenal sebagai madrasah negeri yang membanggakan bagi masyarakat.
Puncak acara diisi dengan lantunan selawat oleh grup hadroh Sabilal Huda yang dipimpin oleh Gus Muhammad, diselingi dengan mauidhoh hasanah oleh Ustadz Syakirul Muttaqin. Dalam tausiahnya, beliau menekankan bahwa kesuksesan tidak ada yang instan, melainkan harus dilalui dengan perjuangan dan ketangguhan mental. Lebih lanjut, beliau mengingatkan para siswa bahwa kepintaran intelektual harus dibarengi dengan adab dan tata krama, karena generasi yang kehilangan akhlak ibarat lalat yang tidak memiliki sopan santun.
Kasi Pendidikan Madrasah, H. Ahmad Musyaddad, memberikan apresiasi tinggi atas sinergi luar biasa antara MTsN 8 Bantul dengan masyarakat, yang dibuktikan dengan dukungan penuh warga dalam pelaksanaan acara ini. Senada dengan hal tersebut, Lurah Muntuk, Marsudi, mengajak seluruh warga untuk merasa memiliki (handarbeni) madrasah ini sebagai aset bersama demi masa depan pendidikan anak-anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi Matsadeba yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlakul karimah (jkp).

