Kiat-Kiat Raih Nilai Tinggi di TKA/TKAD Khususnya Mapel Bahasa Inggris

Salah satu indikator kesuksesan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan TKA Daerah (TKAD) adalah meraih nilai tinggi yaitu 100 untuk semua mata pelajaran (mapel) yaitu Matematika dan Numerasi dan Bahasa Indonesia Literasi Membaca (TKA) dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Bahasa Inggris. Selain itu, murid juga harus dapat mengaplikasikan semua ilmu keempat mapel tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ada beberapa pihak yang dapat mempengaruhi (memiiki peran kepada) murid dalam memperoleh nilai tinggi yaitu guru, madrasah, orangtua, pemerintah, dan tentu murid itu sendiri. Dari pihak pertama yaitu guru, kemampuan mereka dalam menguasai dan menerapkan metode belajar, bahan belajar, media belajar memiliki peran. Dari pihak kedua yaitu madrasah, tersusunnya jadwal/proses  pembelajaran yang intensif dan disediakannya fasilitas pembelajaran yang berkualitas memiliki peran. Dari pihak ketiga yaitu orangtua, perhatian dan pemberian motivasi serta fasilitas belajar ke anak memiliki peran. Dari pihak keempat yaitu pemerintah, tersedianya kebijakan yang mendukung terciptanya suasana dan kualitas pembelajaran memiliki peran. Dari pihak terakhir yaitu murid, bagaimana mereka belajar dan tingkat kemampuan mereka memiliki peran.

Pada kesempatan ini, penulis ingin memberikan beberapa kiat atau langkah-langkah yang harus dilakukan murid agar mereka meraih nilai tinggi dalam TKA maupun TKAD khususnya mapel Bahasa Inggris. Berikut kiat-kiatnya:

Secara Umum

  1. Niatkan belajar untuk beribadah dan menuntut ilmu. Dengan demikian, murid akan bersemangat untuk belajar karena akan mendapatkan pahala disisi Allah SWT. Selain itu, mereka juga akan memiliki bekal untuk hidup kelak. Jangan ke madrasah dengan niat hanya pingin ketemu dan ngobrol dengan teman-teman.
  2. Persiapkan alat/perlengkapan belajar dengan baik. Murid harus sudah mempersiapkan dahulu buku tulis (per mapel), buku pelajaran, bolpen, pensil, penghapus, kamus, dan lainnya sebelum pembelajaran dimulai. Kesiapan ini juga menjadi salah satu indikasi kuatnya niat dalam belajar.
  3. Perhatikan guru saat mengajar di kelas. Banyak murid mengabaikan guru ketika mengajar dengan berbicara dengan teman sebangku atau pikiran kosong sehingga mereka tertinggal materi yang diajarkan. Hal ini akan merusak konsentrasi belajar sehingga materi tidak akan bisa masuk secara maksimal.
  4. Beri perhatian lebih saat proses pembahasan soal. Disaat inilah waktu yang paling krusial bagi murid untuk memperoleh ilmu karena guru akan menjelaskan bagaimana cara menjawab soal dengan benar, kenapa jawabannya A, bukan B,C,D misalnya. Sehingga ketika kelak ada soal yang serupa atau mirip, murid akan dapat menjawabnya dengan benar karena langkah dalam menjawab soal sudah dibahas /disampaikan oleh guru.
  5. Tanyakan materi/soal yang memang belum dikuasai/pahami. Kebanyakan murid malu, sungkan, ragu untuk meminta guru menjelaskan ulang karena hanya ia yang belum paham. Materi A kadang ada sambungannya dengan materi B, C, dan D. Sehingga jika murid belum paham materi A, maka murid harus meminta guru mejelaskan ulang sampai murid paham sehingga siap untuk menerima materi selanjutnya.
  6. Catat materi, soal, dan pembahasan. Jangan malas mencatat karena hafalan murid terbatas sehingga mereka harus membuka catatan untuk mengingat ulang materi yang telah dipelajari di kelas.
  7. Aktiflah ketika diskusi kelompok. Ketika suatu soal diminta dikerjakan secara kelompok, aktiflah untuk ikut mengerjakan soal. Jangan hanya diam dan menunggu jawaban dari teman sekelompok. Begitu juga jika ada yang dinilai paling menguasai materi, sebaiknya juga menjelaskan kepada teman sekelompok yang belum menguasai materi.
  8. Belajarlah secara rutin dan dalam kondisi prima. Jangan belajar hanya ketika akan ujian atau tes saja. Biasakan belajar rutin setidaknya 4 jam sehari. Kondisi tubuh juga harus prima yaitu tidak ngantuk dan tidak lapar. Jangan tidur larut malam sehingga saat belajar pagi masih mengantuk. Biasakan pula makan pagi sehingga tubuh kuat untuk menerima ilmu ketika pembelajaran di kelas.
  9. Biasakan mengerjakan soal-soal latihan TKA dan perhatikan pembahasannya. Murid dapat mencari sendiri latihan-latihan soal yang ada pembahasannya sehingga bisa belajar mandiri, tanpa haris selalu diampingi guru.
  10. Jangan lupa berdo’a kepada Allah SWT dan memohon doa restu orangtua. Murid harus ‘melibatkan’ Allah SWT dalam belajar dengan berdo’a, Mohon agar diberi kemudahan memperoleh dan menerapkan ilmu. Orangtua khususnya ibu juga harus dimintai do’a dan restu. Insya Allah car aini akan memudahkan murid dalam menerima dan menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Secara khusus (Bahasa Inggris)

  1. Tambah hafalan kosakata setiap hari. Tingkatkan kemampuan menguasai kosakata dengan rajin menghafalkan kosakata (terjemahan Bahasa Inggris dan Indonesia) terkait meteri. Misalkan materi terkait iklan makan atau minuman, maka murid menghafalkan kosakata terkait itu.
  2. Catat kosakata baru. Ketika pembelajaran di kelas menemui kosakata yang tidak tahu terjemahan dalam Bahasa Indonesia, maka catat, tanyakan guru/cari di kamus. Gunakan bolpen yang memiliki tinta warna seperti biru. Sehingga mata akan tertarik untuk membaca.
  3. Hafalankan jenis atau model pertanyaan TKA seperti soal tempat kemungkinan ditemukannya teks, apa yang kemungkinan akan dilakukan pembaca usai membaca teks, dan lainnya. Sehingga murid akan terbiasa berpikir logis atau dengan metode penalaran.

Demikian yang bisa penulis berikan untuk seluruh murid. Jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh beberapa kiat diatas, insya Allah nilai TKA/TKAD akan meninggkat (jkp)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares