Bantul (MTsN 8 Bantul) – MTs Negeri 8 Bantul mengadakan program kokurikuler bagi murid kelas VII, VIII, dan IX yang mengusung tema berbeda pada setiap jenjang, yaitu “Bertaqwa” untuk Kelas VII, “Berdaya” untuk kelas VIII, serta “Berkarya” untuk kelas IX mulai 24 Agustus – 04 September 2026. Program ini dirancang dengan tujuan sebagai penguatan karakter murid melalui kegiatan pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan berbasis pengalaman. Pada kelas IX, tema “Berkarya” menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, kolaborasi, dan karakter melalui kegiatan berbasis karya inovatif. Kegiatan ini didampingi oleh guru yang berkolaborasi dengan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta selaku fasilitator. Program tersebut menerapkan pembelajaran lintas mata Pelajaran dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengalaman belajar yang kreatif, kolaboratif, dan kontekstual.

Kegiatan kokurikuler Kelas IX dilaksanakan dalam tiga bentuk karya, yaitu poster, maket, dan seni instalasi serta ketiganya terintegrasi dengan mata pelajaran terkait. Pembuatan poster terintegrasi dengan mata pelajaran Pendidikan Pancasila, hal tersebut terlihat dari cara murid mengembangkan pesan berupa ajakan untuk melakukan perilaku positif atau menolak tindakan kekerasan. Poster dibuat secara manual dengan tema bebas yang tidak mengandung perbuatan melanggar SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) kemudian diberi bingkai untuk meningkatkan nilai estetika. Sementara itu, pembuatan maket terintegrasi dengan mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Peserta didik diberikan kebebasan untuk mengembangkan maket sarana olahraga, seperti stadion, pusat kebugaran, ataupun kolam renang secara berkelompok. Namun tidak menutup kemungkinan, mereka boleh memilih bentuk maket dengan tema di luar sarana olahraga. Adapun seni instalasi yang terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, dengan memanfaatkan barang yang telah tersedia untuk diolah menjadi karya baru. Meskipun proses pembuatan karya dilakukan secara berkelompok, penilaian dilakukan secara individu untuk melihat keterlibatan, tanggung jawab, dan kontribusi masing-masing murid dalam proses berkarya.
Pelaksanaan kegiatan menghasilkan berbagai karya yang menunjukkan kreativitas dan kerja sama peserta didik. Selama 24 Agustus – 3 September 2026, para murid mengikuti pembekalan, melakukan perencanaan, pembagian tugas, pembuatan, dan penyempurnaan karya dengan pendampingan fasilitator. Proses tersebut menghasilkan berbagai karya yang menunjukkan kreativitas dan kerja sama para murid sekaligus melatih kemampuan menuangkan gagasan, bertanggung jawab, serta menyampaikan pesan melalui karya. Pemanfaatan barang yang telah tersedia dalam pembuatan seni instalasi juga mendukung SDGs tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sedangkan poster bertema penolakan kekerasan turut menanamkan nilai perdamaian dan perilaku positif yang sejalan dengan SDGs tujuan ke-16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Sebagai puncak kegiatan, karya para murid akan dipamerkan pada 4 September 2026 di MTs Negeri 8 Bantul. Pameran diharapkan menjadi ruang apresiasi terhadap hasil kreativitas peserta didik sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikembangkan melalui karya nyata yang mengintegrasikan berbagai bidang ilmu. Program ini diharapkan dapat terus mendorong peserta didik untuk menjadi pribadi yang kreatif, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan nilai-nilai kehidupan bermasyarakat (FRA).
Penulis: Fathah Rais Afifi (Mahasiswa PK UNY 2026)

