Bantul (MTsN 8 Bantul) – Terdapat tiga hal mendasar dalam perubahan paradigma asesmen sesuai KMA 1503 Tahun 2025, yakni 1) pertumbuhan holistik yang mengutamakan adab, karakter, dan pemahaman; 2) keamanan psikologis agar lingkungan belajar bebas dari ancaman maupun hukuman bagi siswa; serta 3) asesmen formatif untuk menjamin siswa benar-benar memahami materi yang disampaikan. Pokok-pokok pikiran tersebut dipaparkan oleh Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Bantul, H. Suhadi, saat menjadi narasumber In House Training (IHT) Pembelajaran dan Asesmen Pembelajaran bagi guru MTsN 8 Bantul, Jumat (16/10/2026) di aula madrasah. Kegiatan ini diprakarsai oleh Wakaur Kurikulum MTsN 8 Bantul, Drajad Hadi Wibowo, sebagai tindak lanjut atas supervisi pembelajaran guru yang telah diselenggarakan dua minggu sebelumnya.

Acara IHT dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Madrasah yang dipandu oleh Slamet Sadiatun. Setelah itu, Kepala MTsN 8 Bantul, Samsul Anam, didampingi Kepala TU, Nur Khasanah, memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemateri serta seluruh peserta yang hadir. Samsul Anam menegaskan bahwa IHT ini sangat penting dalam menyesuaikan pendekatan asesmen dengan perkembangan zaman dan karakter generasi masa kini. “Kesabaran Bapak Pengawas untuk mengawal mutu pendidikan di sini sangat saya harapkan,” tutur Anam. Pada kesempatan tersebut, ia juga berpesan kepada para guru untuk memegang teguh filosofi Jawa ngeli ning ora keli (mengikuti perkembangan arus zaman namun tidak sampai terbawa arus).
Dalam pemaparannya, Suhadi menjelaskan bahwa proses pembelajaran terdiri dari tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. “Apresiasi kepada anak sangat penting. Seringlah beri apresiasi,” ujar Suhadi mengingatkan. Ia menambahkan, sebelum menyusun perencanaan pembelajaran dan asesmen, pendidik harus terlebih dahulu menganalisis capaian pembelajaran, merumuskan tujuan pembelajaran beserta alurnya, serta merancang skenario pembelajaran dan penilaian. Asesmen, tegasnya, tidak melulu berupa tes atau ulangan, melainkan sebuah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data perkembangan belajar siswa demi menentukan kebijakan pendidikan yang tepat. Kegiatan IHT ditutup secara resmi setelah pembacaan doa yang dipimpin oleh Sambudi Purwanto. (hms)

